Ratih Handayaningrat

Saya Ratih Handayaningrat, pengajar pada SMPN 1 Baros kab Serang, Banten, berdomisili di Pandeglang, Banten. Pernah mengikuti kegiatan Sagusabu Banten I. ...

Selengkapnya

PEMIMPIN YANG ADIL DAN AMANAH

Mencermati hajat nasional yang bertajuk Pemilu Serentak di Indonesia pada awal tahun 2019. Alhamdulillah pelaksanaan Pemilu untuk seluruh daerah di Banten berlangsung tanpa gejolak yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Sebagai pemenang didominasi oleh para wanita hebat. Sejatinya para wanita ini sudah memiliki kriteria unggulan, antara lain : Brain, Brave, Beauty and Behaviour, Selamat berjuang kepada para pemenang yang telah memenangkan pertarungan mendapatkan amanah dari rakyat untuk lima tahun ke depan.

Pemimpin Berkarakter

Banten sangat membutuhkan pemimpin yang berkarakter. Semuanya untuk kemaslahatan dan kemajuan warga serta daerah Banten. Apakah karakter? Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusan yang ia buat. Karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.

Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui pengembangan budaya sekolah (school culture), akan tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab, dan sebagainya. Pembiasaan karakter butuh kerja keras dari semua pihak pada berbagai lini. Dalam hal ini karakter bisa dilakukan oleh para pemimpin dan calon pemimpin sebagai contoh teladan yang baik (persuasif), bukan sekadar pencitraan.

Bung Karno menyatakan:

Kesetiaanku terhadap organisasi akan kuhentikan,

apabila kesetiaanku terhadap negara memanggil.”

Perkataan tersebut di atas disampaikan oleh BK di Desa Semanggi tahun 1959, saat mengutarakan gagasannya untuk mendirikan Kepanduan atau Gerakan Pramuka di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perkataan BK diatas patut diamini selanjutnya ditiru dan dilaksanakan oleh para pemimpin yang sudah terpilih. Inilah yang disebut dengan keadilan dalam menjalankan amanat rakyat. Mendahulukan kepentingan dan kebutuhan negara daripada kepentingan dan kebutuhan organisasi. Negara dalam hal ini adalah rakyat yang memilih dalam perhelatan Pemilu. Semoga orang-orang hebat yang sudah terpilih bisa berpikir, berbuat dan berlaku adil dan amanah. Termasuk para wanita hebat yang unggul dalam kancah berat yang bertajuk Pemilu. Semoga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali